Kamis, 08 Desember 2011

Birokrat dalam Puisi


Puisi ini ditulis sebagai bentuk refleksi kekesalan terhadap birokrasi pemerintah yang panjang dan berbelit belit dan juga bentuk kekecewaan karena para oknum birokrat seringkali tidak disipln malu aku melihatnya..




Aden Muhamad Faisal

“BIROKRAT”


“Birokrat”...
Malas aku memperpanjang KTP, malas aku membuat surat surat
Katanya si bisa kilat dan cepat, asalkan dengan siasat
“Birokrat”...
Kau datang jam delapan pagi itupun telat
Datang ke kantor bukannya kerja
Malah mengisi perut
“Birokrat”, malas aku menemuimu
Dengan berjibun syarat syaratmu, terbuanglah waktuku saat aku menunggumu
“Birokrat”...
Penampilanmu sungguh rapih
Beserta pulpen, buku, komputer dan alat alat kantor lainnya disampingmu
Tapi kenapa seakan tanganmu sulit bergerak, membiarkan pekerjaan menjadi banyak
Lucu aku melihatmu “birokrat
“Birokrat” lihatlah...
Apa engkau tidak pernah berpikir
Melihat masyarakat pada cemberut
Menunggu pekerjaan yang berlarut larut
Aku bosan birokrat, rasanya aku ingin menjerit dikantormu
Dan mengatakan hey...Sudahlah kita tinggalkan saja mereka
Para “birokrat” yang selalu membuat telat
Dan ku akhiri dengan membakar surat, sebagai tanda aku tak kuat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar